Ilmu Yang Tersembunyi dalam Ayat Al Quran (Oleh: Abdillah, FNU)

November 26, 2009

Sungguh, Al Quran begitu banyak menyimpan ilmu dan teknologi. Beberapa ayat saya mencoba gali dengan keterbatasan ilmu. alhamdulillah akhirnya saya mampu “menggali” ilmu tersebut. Ilmu dimaksud baru hanya berkaitan dengan bidang yang saya sukai, yakni teknologi robot. Kita bisa mengkaitkan dengan bidang disiplin ilmu apa pun yang kita sukai. Namun dalam kesempatan ini, saya hanya menunjukkan ilmu yang terkait dengan bidang rekayasa teknologi robotika .

Semua Ayat dalam Surat di Al Quran yang saya tafsirkan adalah yang terkait dengan kata “ciptaan”. Hal tersebut karena saya sebagai “penafsir” berangkat dengan niat menciptakan sebuah robot yang berbeda dengan robot-robot yang sudah pernah dibuat di Indonesia. Saya meyakini bahwa Al Quran adalah sumber dari segala sumber ilmu. Oleh karenanya, saya yakin bahwa untuk membangun sebuah robot dapat pula memanfaatkan ayat-ayat di Al-Quran. Nyatanya saya menemukan itu. Kemudian, saya mencari isyarat-isyarat dalam ayat-ayat yang dapat saya pahami dalam makna bahasa “teknologi” yang terkait dengan dunia perobotan. Maka saya menemukan ayat-ayat berikut dibawah ini dan tafsir yang “berhasil” saya temukan/pahami

 

1. Membangun sistem dan modul-modul terintegrasi (kontrol antar sistem/modul) ada pada Surat Fathiir Ayat satu

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Faathir:1)

Perhatikan kalimat pertama, yaitu:  Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi.

Segala puji artinya sesuatu yang sempurna sehingga layak mendapatkan segala pujian. Maknanya, kita harus mendisain sesuatu dengan sempurna, terintegrasi.

Pada kalimat kedua, yaitu: Allah pencipta langit dan bumi. Arti Allah jelas adalah Yang Menciptakan. Sedang kata langit dan bumi maknanya bahwa satu kesatuan dalam satu wadah. Dimana yang besar mencakup yang kecil. Langit besar, dan bumi kecil. Bumi tidak ada kalau tidak ada langit. Langit jadi tidak lengkap kalau tidak ada bumi. Jadi semua merupakan satu kesatuan. Sistem besar haruslah mencakup sistem-sistem yang kecil dan saling terintegrasi. Sehingga yang besar benar menjadi besar jika ada yang kecil. Maknanya, bahwa kita harus mendisain sistem-sistem yang saling mendukung hingga menjadi sistem yang besar, yang terintegrasi. Sistem-sistem itu terbagi menjadi modul-modul dan modul-modul menjadi kesatuan modul-modul yang terintegrasi.

Pada kalimat ketiga, yaitu: Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap. masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Arti malaikat adalah mahluk Allah yang diberi tugas untuk menjaga ketetapan Allah. Pada kontek teknologi, makna ini dapat diartikan sebagai distribusi perintah antar sistem. Hal ini nampak jelas ketika ada kata yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Maknanya, kita membuat distribusi data dan informasi antar sistem harus benar-benar memiliki tugas dan fungsi. Sehingga komunikasi antar sistem (pancar dan terima) terdistribusikan dengan baik.

Pada kalimat keempat, yaitu: Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Makna kalimat ini, kita haruslah memperhatikan segala kekuarangan dari setiap bagian (dalam sistem maupun antar sistem) yang kita buat dan kita harus melengkapi jika menemukan kejanggalan atau ketidak sesuaian.

Dalam hal teknologi robot jika digambarkan, kira-kira seperti dibawah ini:

 

Penjelasan gambar:

Sistem-sistem yang membentuk “modul”, dan modul-modul yang membentuk “Kesatuan Modul Sistemik” dimana semua menjadi pusat (induk) dan semua menjadi bagian (ranting). Dengan demikian, pusat kontrolnya menjadi tersembunyikan.

Pada penerapannya, bentuk kesatuan modul sistemik ini berupa kit-kit yang dapat menggunakan komputer/mikrokomputer, mikroprosesor/mikrokontroler, modul elektronik programmable/ unprogramable, switching terprogram, dan lain-lain.

 

2. Ayat Kedua sebagai Interface ada pada Surat Al Mu’minun ayat tujuh belas.

 

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Al Mu’minun:17)

Kalimat pertama adalah: Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan. Maknanya, ada tujuh buat jalan bersama kita. Sedang jalan kita sendiri tentu satu. Totalnya menjadi delapan buah jalan. Ini sangat sesuai dengan jumlah digit binner yang dapat digunakan pada robot. Dimana 1 + 7 = 8 adalah channel yang dapat dialiri tegangan/arus listrik “0” dan “1” (“On” dan “Off”) . Dengan demikian, ke 8 buah jalan itu dapat membentuk kode binner delapan digit yang bisa menghasilkan 256 line input/output.

Pada kalimat kedua: dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan. Maknanya, bahwa ke delapan line tersebut menjadi sangat rumit alurnya jika diberi arus data input/output. Maka kita harus memperhatikan dengan teliti pada bagian ini dalam bentuk rancangan maupun bentuk nyata.

Pada penerapannya, ayat ini merupakan isyarat yang menghubungan sistem dengan interface. Jika di komputer, kita akan menemukan 8 line pada pararel port printer di Komputer/Laptop.

Jika kita tidak memerlukan line output sebanyak 256 buah, kita dapat membagi dua dari delapan digit line yang ada. Yakni 8/2 = 4. Maka kita dapat membangun rangkaian interface berikut yang menghasilkan 32 line output. Gambarnya seperti gambar berikut ini.

3. Membangun keseimbangan (Hardware dan Software) ada pada Surat Al-Mulk ayat tiga

 

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? (Al Mulk:3)

Pada kalimat pertama: Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, bermakna jika kita telah membuat tujuh jalan tadi, kita harus memperhatikan keseimbangan. Terutama jika tiap line adalah input dan output line. Kalau pun kita hanya menggunakan sebagai output line, kita tetap harus memperhatikan kestabilannya/kekuatan tiap line. Karena akan terhubung secara terintegrasi.

Pada kalimat kedua: Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? Pada kalimat tersebut bermakna agar kita memperhatikan berulang-ulang, apakah line-line yang kita buat sudah seimbang?. Kita harus benar-benar memastikannya, agar apa yang kita bangun tidak sia-sia dan harus benar-benar sesuai harapan. Oleh karenanya, keseimbangan harus benar-benar terjaga.

Bila kita sadari, maka keseimbangan bukan saja terkait dengan gravitasi, tetapi keseimbangan beban listrik, keseimbangan mekanik, bahkan keseimbangan control di computer termasuk catu daya. Hal ini berlaku untuk tiap model robot, baik yang “teleoperator” mau pun yang “autonomous”.

Penutup:

Sungguh masih banyak ayat yang dapat ditafsirkan untuk membuat robot yang canggih. Akan tetapi karena keterbatasan pengetahuan (baik soal agama maupun dibidang ilmu komputer/ mekanika/ elektronika) saya, maka hanya ketiga ayat tersebut yang saya tulis disini. Dan dari ketiga itu saja telah berhasil membuat robot yang dapat diperintah dengan suara (tanpa remot kontrol), dapat menjawab beberapa pertanyaan (yang diprogram) dalam bahasa Indonesia. Alhamdulillah.

Saya berharap pembaca sekalian tertutama para pelajar dan mahasiswa serta generasi muda islam, hendaknya juga mencoba untuk menggali ilmu dalam Al Quran terkait bidang disiplin ilmu yang Anda minati. Dengan demikian, kejayaan ilmu pengetahuan dan teknologi dikalangan umat islam akan bangkit kembali. Insya Allah.

Salam,

Abdillah, FNU.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.